Rabu, 07 April 2010

Bangsa yang mengutamakan kejujuran

Sebelum citra diri bangsa kita semakin menurun, sudah saatnya kita semua merapatkan barisan, melakukan konsolidasi lalu membuat komitmen baru bahwa bangsa ini adalah bangsa yang mengutamakan kejujuran, bukan bangsa yang selalu memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.
Menegakkan integritas (kejujuran) tak hanya diajarkan kepada bocah-bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tetapi justru gerakan penyadaran itu harus dimulai dari level para pejabat negara dan bawahannya.

Memang sulit mengajak para penguasa untuk memasuki wilayah kesadaran baru --dapat dipercaya, memegang teguh amanat dan jujur terhadap dirinya sendiri maupun kepada rakyatnya. Biasanya kesadaran manusia baru tumbuh, setelah terjepit oleh berbagai masalah atau ketika manusia sudah berada di balik jeruji besi tanpa ada teman dan kawan yang mau peduli dengan persoalan yang tengah dihadapinya.

Mumpung belum terlambat, mari kita semua melakukan kontemplasi untuk melakukan pembaharuan dan perubahan terhadap sikap kita yang mungkin selama ini keliru atau sengaja memelesetkan diri karena aji mumpung.

Siapa sesungguhnya diri kita ini? Dulu kita ini siapa? Sekarang kita berdiri di sebelah mana dan ke depan mau melangkah kemana? Sudahkah kita berbuat yang terbaik buat bangsa ini? Kalau belum, mari kita bekerja dengan baik dan benar serta profesional dalam bidang masing-masing demi bangsa yang kita namakan Indonesia. (*)

http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/53856